Kamis, 30 November 2017

Menilik Estetika Di Balik Uang Kertas


     Uang! Siapa yang tidak kenal dengan uang. Semua orang tahu apa itu uang. Uang adalah alat tukar yang berlaku dimana-mana dan di terima oleh masyarakat umum. Karena itu, tak jarang ada yang mengatakan bahwa uang adalah raja. Kata yang sudah sangat populer di telinga hal layak ramai. Itu tidak salah. Di planet yang bernama bumi ini, kita tidak bisa hidup tampa memiliki uang. Karena kemanapun kita pergi, kita membutuhkan uang sebagai alat tukar yang berlaku di wilayah tersebut. Termasuk di Indonesia, dimana rupiah menjadi mata uang sebagai alat tukar atau pembayaran yang sah.
     “I Love Money”, begitu kata kebanyakan orang. Apakah mereka benar-benar mencintai uang? atau mereka hanya membutuhkannya? Entahlah. Realitanya, tidak semua orang yang mengatakannya, memperlakukan uang sebaik yang ia katakan. Cinta, artinya menyanyangi, menjaga, dan memelihara, tidak sekedar hanya memiliki saja. Tapi faktanya, masih saja kita mendapati uang yang kusut, terlipat, tergulung, sobek, bahkan ada yang di tulis atau di coret-coret. Sangat memprihatikan. Jika begini keadaannya, maka istilahnya perlu diganti. Bukan Love Money, tapi Need Money. Karena kebanyakan orang lebih membutuhkannya daripada mencintainya. Jadi tidak salah jika kemudian banyak artikel-artikel bermunculan, tentang bagaimana mencintai uang dengan lebih baik.
     Kali ini, saya tidak akan membahas lebih jauh, apa itu uang atau bagaimana cara merawat dan menyimpan uang dengan baik. Karena kalian, bisa mencari di internet dan menemukan banyak artikel di Google tentang itu. Sekarang, saya akan sedikit membahas tentang estetika yang terkandung dalam uang itu sendiri, khususnya uang kertas. Bingung? Ya, kebanyakkan orang bingung jika kita berbicara tentang estetika atau keindahan. Apalagi, itu dikaitan dengan uang. “Money is money”, begitu jawaban yang sering kudengar. Mereka benar, uang adalah uang dan kita membutuhkannya sebagai alat pembayaran yang sah. Tapi, tahukah mereka tentang uang yang mereka pakai atau mereka gunakan sebagai alat pembayaran itu? Jika mereka orang Indonesia, tentu saja mereka akan mengatakan, "Saya tahu". Ya, mereka tahu. Nama mata uangnya apa, berapa nominalnya dan warnanya apa. Contohnya, ketika kita menunjukkan selembar uang kertas dengan nominal Rp. 100.000,-. Orang-orang akan berkata, "Itu uang kertas, seratus ribu rupiah, warnanya merah". Menurut mereka, itu informasi yang cukup tentang uang yang mereka miliki.
     Tapi anehnya, jika kita bertanya lebih jauh lagi, kita akan mendapatkan jawaban yang berbeda dari itu. Orang-orang akan mulai berpikir sebelum menjawab, ada yang asal-asalan menjawab, ada yang terdiam, dan sebagain besar mengatakan tidak tahu. Jadi, kita bisa menarik kesimpulan bahwa sebenarnya orang-orang tidak begitu kenal dengan uang yang mereka miliki. Uang rupiah yang setiap harinya mereka pakai untuk membeli kebutuhan hidup. Mereka hanya tahu nama mata uangnya apa, nominalnya berapa dan juga warna uangnya. Selebihnya tidak. Hanya sebagian orang saja yang memperhatikan uang lebih dari ketiga hal itu.

Kita harus tahu!

     Bahwa uang itu tidak sebatas nama, nominal dan warna saja. Tidak! Selembar uang yang kita miliki, lebih dari itu. Uang tidak dibuat dengan semudah itu, tetapi dengan perencanaan yang disusun secara sistematis dan terstruktur, dengan biaya yang tidak sedikit dan memakan waktu yang cukup lama untuk membuatnya. Kita juga perlu tahu bahwa dibalik pembuatan uang itu, ada orang-orang hebat yang memikirkan apa yang harus di cetak di atas selembar kertas, yang mampu menginterpretasikan bahwa itu adalah mata uang yang berlaku di negara ini, Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dari yang terbesar sampai yang terkecil. Dimana setiap nominal itu berbeda, dan memiliki ciri khas tersendiri. Bukan hanya dari warna, tapi juga gambar dan kode visual yang ada.
     Di setiap lembar uang kertas yang kita miliki, terdapat nilai estetika di dalamnya. Tapi sepertinya, hanya para kolektor uang saja yang memahami hal ini dengan lebih baik. Para kolektor uang tidak hanya sekedar melihat nominal yang terbaca dari selembar uang kertas, tapi lebih melihat kualitas dari uang itu sendiri, khususnya gambar yang tertera di dalamnya. Semakin sulit tingkat pembuatannya, maka semakin tinggi pula harga uang tersebut. Terlebih untuk uang yang sudah langka. Itu dibandrol dengan harga yang cukup mahal dari pembuatannya. Tapi, para kolektor uang tidak segan untuk merogok kocek dalam-dalam untuk selembar uang kuno incarannya. Uang kertas memang punya nilai estetikanya tersendiri di mata para penikmatnya. Hanya saja, kadang kita tidak begitu memperhatikannya. Jadi, apakah kita bisa berkata bahwa kita mencintai uang? sedangkan pada kenyataannya, kita tidak begitu kenal dengan uang yang kita miliki.

Kenali Rupiah dengan lebih baik.

     Ya, kita memang harus belajar untuk tidak sekedar tahu saja, tapi memahami, mengerti dan mampu mendefinisikan uang dengan lebih baik. Tidak sekedar nama, nominal dan warna uang saja. Terlebih, Bank Indonesia belum lama ini telah mengeluarkan uang baru yang sudah beredar di masyarakat. Jangan sampai kita tidak tahu seperti apa uang baru itu, baik wujud maupun tekstur bahannya. Apakah sama atau berbeda? Terlebih, jika kita tidak mampu membedakan, mana uang asli dan mana uang palsu dikarenakan informasi yang minim atau faktor ketidaktahuan. Jika sudah demikian, maka kita sendiri yang rugi.
     Kita perlu tahu bahwa pada setiap uang kertas baru yang beredar, desain grafis mata uang kertas Indonesia itu membawa informasi kepada rakyat. Sebagaimana uang baru yang belum lama ini dikeluarkan oleh Bank Indonesia dengan tahun emisi 2016, yang masih dengan seri pahlawan dan juga kebudayaan seperti uang-uang sebelumnya. Makna dan arti dari gambar pada uang kertas sangatlah mendalam. Gambar pada uang kertas mengandung nilai estetika yang berhubungan dengan masalah keindahan visual, antara lain tersusun atas elemen huruf, gambar, warna serta teknik cetak yang khas. Selain itu, gambar pada uang kertas sarat dengan muatan informasi atau bahkan kode visual. Dimana dalam gambar uang kertas, ekspresi visual yang dituangkan dapat mencerminkan gagasan, ide dan juga konsep.
     Ada 7 lembar uang kertas baru yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia. Semuanya memiliki ciri khas tersendiri. Mulai dari nominal uang Rp. 100.000,- sampai dengan pecahan Rp. 1.000,-. Pada setiap uang kertas terdapat gambar pahlawan di satu sisinya (sisi depan), dan kebudayaan di sisi lain (sisi belakang). Dua sisi mata uang, begitulah kira-kira pepatah mengatakannya. Kebudayaan ditampilkan dalam wujud gambar seorang penari dengan pakaian khas untuk tarian tertentu, dengan latar belakang destinasi objek wisata populer yang ada di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, atau yang lebih kita kenal sebagai Pesona Indonesia.
     Mulai dari nominal Rp. 100.000,-, dimana di sisi depan terdapat dua gambar pahlawan yakni Dr. (H. C.) Ir. Soekarno dan Dr. (H. C.) Drs. Mohammad Hatta yang tidak lain adalah Presiden dan Wakil Presiden pertama Indonesia. Di sisi belakang, terdapat gambar seorang penari tari Topeng Betawi dengan view Raja Ampat sebagai latarnya. Tari Topeng Betawi merupakan tari yang bersifat teatrikal dan komunikatif lewat gerak. Tarian ini menggunakan topeng kayu dan di iringi oleh musik tradisional Betawi. Sedangkan Kepulauan Raja Ampat merupakan rangkaian 4 gugusan pulau yang berdekatan, yakni Pulau Waigeo, Pulau Misool, Pulau Salawati dan Pulau Batanta. Kepulauan ini terletak di provinsi Papua Barat. Menurut berbagai sumber, Kepulauan Raja Ampat merupakan satu dari sepuluh perairan terbaik untuk diving site di seluruh dunia. Dengan aneka ragam flora dan fauna bawah air. Keindahan Raja Ampat menjadi salah satu tujuan para penyelam yang tertarik dengan pemandangan bawah lautnya.
     Berbeda dengan uang nominal Rp. 100.000,-, uang pecahan Rp. 50.000,- memiliki gambar Ir. H. Djuanda Kartawidjaja atau Ir. Djuanda yang merupakan Perdana Menteri ke 10, sekaligus yang terakhir. Beliau pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan dalam Kabinet Kerja 1. Di sisi belakang terdapat gambar seorang penari tari Legong yang berasal dari provinsi Bali. Tari Legong merupakan tari yang biasanya di tarikan oleh dua orang gadis. Dengan latar Taman Nasional Komodo yang menjadi salah satu situs warisan dunia UNESCO pada tahun 1991. Taman yang berlokasi di Nusa Tenggara Timur ini merupakan taman nasional yang luas dan bertujuan untuk melindungi komodo dan satwa liar lainnya yang terancam punah.
     Pada uang Rp. 20.000,-, terdapat gambar Dr. G. S. S. J. Ratulangi atau yang lebih kita kenal sebagai Sam Ratulangi. Beliau merupakan Pahlawan Nasional Indonesia dari Sulawesi Utara. Di sisi lain terdapat gambar penari yang menggunakan Taah atau pakaian khas wanita yang terdiri dari beludru yang dihiasi manik-manik. Baju khas tari Gong atau tari Kancet Ledo yang berasal dari Kalimantan Timur, tepatnya dari Suku Dayak Kenyah. Dinamakan tari Gong karena menarinya di atas Gong, dan dilakukan oleh seorang perempuan. Tarian ini di pertunjukkan untuk penyambutan tamu agung atau upacara menyambut kelahiran bayi kepala suku. Dengan latar kepulauan Derawan yang berada di kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Dimana kepulauan Derawan menawarkan sejumlah objek wisata bahari yang menawan. Salah satunya taman bawah laut yang diminati oleh wisatawan mancanegara, terutama para penyelam kelas dunia.
     Pada uang Rp. 10.000,-, terdapat nama Frans Kaisiepo yang merupakan Pahlawan Nasional Indonesia dari Papua. Di sisi lain, ada gambar penari tari Pakarena dari Sulawesi Selatan. Tari Pakarena ini diperuntukkan khusus untuk wanita. Karena mencerminkan karakter perempuan Gowa yang sopan, lembut, setia dan santun. Di iringi musik dua kepala drum atau gandrang dan sepasang instrumen alat seperti suling yang di sebut puik-puik. Dengan latar Taman Nasional Wakatobi di kepulauan Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Pulau Wakatobi adalah pulau yang menawarkan panorama keindahan alam bawah laut yang terdiri dari 25 buah gugusan terumbu karang.
     Sedangkan pada pecahan Rp. 5.000,-, terdapat gambar Dr. K. H. Idham Chalid yang merupakan politisi Indonesia yang berpengaruh pada masanya. Beliau pernah menjabat sebagai wakil Perdana Menteri Indonesia pada kabinet Ali Sastroamidjojo II dan kebinet Djuanda. Di sisi belakang, terdapat gambar penari tari Gambyong. Tarian Jawa Klasik yang indah dan anggun dari Surakarta, Jawa Tengah. Ciri khas pakaiannya bernuansa kuning dan hijau, sebagai simbol kemakmuran dan kesuburan. Dengan latar Gunung Bromo, yang merupakan gunung aktif yang terletak di Jawa Timur. Lautan pasir adalah andalan wisata dari Gunung Bromo. Di alam pegunungan yang sejuk, kita dapat melihat padang pasir dan rerumputan yang luas. Yang paling di tunggu dari Gunung Bromo adalah sight view ketika matahari terbit dan terbenam, karena memang akan terlihat sangat jelas dan sangat indah.
     Pada uang pecahan Rp. 2.000,-, di isi oleh gambar Mohammad Hoesni Thamrin, yang merupakan seorang politisi era Hindia-Belanda yang kemudian di anugerahi gelar Pahlawan Nasional Indonesia. Di sisi belakang, terdapat gambar penari tari Piring. Tari tradisional Minangkabau yang berasal dari kota Solok, Sumatra Barat. Tarian yang menggunakan piring sebagai media utamanya. Piring merupakan sebuah simbol dari masyarakat
Minangkabau. Dengan latar Ngarai Sianok yang merupakan sebuah lembah curam atau jurang, yang terletak di perbatasan kota Bukittinggi di Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Sebuah lembah yang menawarkan pemandangan yang indah dan merupakan salah satu objek wisata andalan provinsi.
     Sedangkan pada uang pecahan Rp. 1.000,-, di isi oleh gambar Tjut Meutia atau Cut Nyak Meutia. Beliau adalah seorang wanita yang berasal dari Aceh, dan diberi gelar Pahlawan Nasional Indonesia berdasarkan Surat Keputusan Presiden No. 107/1964 pada tahun 1964. Di sisi lain terdapat gambar penari tari Tifa dari bagian timur Papua dan Maluku. Tari ini dipertunjukkan untuk penyambutan tamu dan sabagai ungkapan rasa syukur, yang disampaikan melalui syair dan tarian yang di iring oleh ketukan tifa. Tifa sendiri adalah sebuah alat musik yang terbuat dari kayu dan kulit binatang. Dengan latar Banda Neira atau Banda Naira, yang merupakan  salah satu pulau di Kepulauan Banda, Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku - Indonesia. Pulau ini pernah menjadi pusat perdagangan pala dan fuli dunia, karena Kepulauan Banda adalah satu-satunya sumber rempah-rempah yang bernilai tinggi hingga pertengahan abad ke-19. 
     Ternyata, dari selembar uang kertas, kita bisa belajar banyak hal. Dari gambar yang ada pada uang kertas ini, mencerminkan bahwa Indonesia kaya akan nilai tradisi yang bersumber dari warisan budaya leluhur. Keberadaan gambar pahlawan dari berbagai wilayah Indonesia merupakan wujud dari Negara Kesatuan Republik Indonesia yang beragam, sebagaimana yang tertuang dalam Bhineka Tunggal Ika, “Berbeda-beda tetap satu jua”. Serta adanya gambar penari, menunjukkan bahwa Indonesia menjunjung tinggi nilai tradisi dan budaya. Juga dari view  yang dijadikan sebagai latar belakang atau background yang ada. Semakin menegaskan, bahwa negara Indonesia itu kaya akan budaya dan juga kepulauan yang menawarkan sejuta pesona objek wisata yang tersebar dari Sabang-Merauke. Sungguh keindahan yang sudah terbantahkan lagi. Bahkan dunia telah memberi apresiasinya.
     Estetika yang coba dituangkan dalam bentuk gambar visual pada selembar uang kertas. Dengan penyampaian informasi dalam bentuk huruf, untuk menjelaskan secara detail tentang gambar visual yang dimaksud, tertera dalam uang kertas tersebut. Ditambah dengan gradasi warna yang lebih soft dan desain yang lebih segar, membuat tampilan uang kertas baru ini semakin modern and good looking. Tidak salah jika uang kertas baru ini masuk dalam daftar 15 uang terkeren di seluruh dunia. Indonesia memang memiliki desain uang kertas terbaik. Satu hal lagi, uang kertas terbaru ini memiliki sistem pengamanan uang yang lebih kompleks dari uang sebelumnya. Karena itu, uang baru ini sulit untuk di palsukan.
     Dengan peluncuran uang rupiah baru ini, diharapkan masyarakat lebih meningkatkan kecintaannya terhadap rupiah. Bahkan Presiden RI ke-7, bapak Jokowi menilai bahwa mencintai rupiah adalah salah satu wujud kecintaan masyarakat terhadap kedaulatan dan kemandirian bangsa. Beliau meminta kepada masyarakat, untuk menggunakan uang rupiah dalam bertransaksi ataupun menabung di perbankkan dalam negeri. Jadi, sudah sepantutnya kita sebagai warga negara Indonesia, menghargai dan mencintai uang rupiah dengan lebih baik. Kita kadang berkata, "I love money", tapi kita tidak memperlakukan uang dengan baik. Kita tahu benar, bahwa rupiah adalah mata uang negara Indonesia, tapi kita tidak begitu mengenal uang rupiah yang kita miliki sendiri. Jadi, pantaskah kita mengatakan bahwa kita cinta rupiah? Mari, kenali rupiah dengan lebih baik mulai dari sekarang. Bukan hanya sekedar memiliki, tapi juga menjaga, menyimpan dan menggunakannya secara tepat. “I love money and I love Rupiah".   


 
         

Rabu, 08 November 2017

Traveloka Lebih Dari Sekedar OTA (Online Travel Agent)

     Traveloka! Awalnya, saya tidak tahu apa itu Traveloka. Saya pikir, Traveloka itu sejenis biro perjalanan yang menawarkan produk dan jasa untuk perjalanan wisata layaknya biro perjalanan yang lain. Traveloka, dari kata travel yang berati perjalanan. Asumsi saya, kata ini pasti erat kaitannya dengan traveling ataupun traveler. Tidak jauh-jauh dari kata itu. Begitulah dasar pemikiran saya waktu itu, terlepas benar atau salahnya. Maklum, waktu itu saya belum punya informasi apapun mengenai Traveloka. Seperti kata pepatah, maklumilah seseorang ketika ia tidak mengerti. Kenapa? Karena kamu tahu dan dia tidak tahu. Jadi, saya bisa mengerti diri saya yang waktu itu tidak tahu apa-apa.
     Selang beberapa waktu kemudian, teman-teman di sosial media mulai membicarakan tentang Traveloka. Topik ini mulai hangat diangkat dan mulai populer di kalangan para traveler yang notabennya suka traveling ke luar kota, luar negeri atau tempat-tempat baru yang belum banyak di kunjungi oleh hal layak ramai. Beberapa teman saya yang suka bepergian ke luar kota, ternyata juga sudah sangat familiar dengan Traveloka. Jujur saja, saya tidak terlalu mengerti dengan apa yang mereka katakan. Karena itu saya putuskan untuk menjadi pendengar yang baik saat itu. Dari obrolan mereka, saya dapat menarik kesimpulan bahwa Traveloka itu semacam mesin pencari yang berfungsi untuk membandingkan harga tiket pesawat dari berbagai situs yang ada. Kurang lebih, seperti itu pemahaman saya tentang apa itu Traveloka. Setidaknya, saya mulai sedikit tahu apa itu Traveloka, walaupun tidak dengan begitu pasti.
     Sampai pada suatu hari, sebuah iklan mengubah cara pandang saya tentang Online Travel Agent atau yang disingkat OTA. Ternyata itu adalah salah satu iklan dari Traveloka. Dari iklan itu, akhirnya saya tahu apa sebenarnya Traveloka itu. Iklan dengan durasi kurang lebih satu menit itu berhasil menarik perhatian saya. Iklannya menarik dan sangat bermanfaat bagi masyarakat, saya pikir begitu. Terlebih, iklan ini cukup menjelaskan dengan detail produk yang ditawarkan oleh Traveloka dengan segala kemudahannya. Sebuah aplikasi andalan yang cocok dengan segala mobilitas kita saat ini. Traveloka juga menawarkan harga terbaik, pilihan yang lengkap dan akses mudah ke seluruh dunia. Sesuai dengan taglinenya, “Traveloka dulu, traveling kemudian”.
     Ada banyak iklan Traveloka yang saya lihat di TV. Itu selalu menjadi tontonan yang berbeda untuk saya. Karena dari iklan itu, saya jadi tahu produk apa saja yang ditawarkan oleh Traveloka dengan segala kemudahannya. Mulai dari reservasi tiket pesawat, hotel, sampai isi pulsa dan paket internet. Tapi, ada satu iklan yang membuat saya gagal paham. Saya tidak tahu kenapa, tapi itu cukup membuat otak saya berpikir. Iklan Traveloka yang mengangkat tema “Selamat Tinggal Liburan Ribet”, yang dibintangi oleh artis cantik Titi Kamal dan sang suami Christian Sugiono. Dengan taglinenya yang cukup populer, “Traveloka dulu, liburan bareng kemudian”. Dari iklan ini, saya jadi tahu, kalau ternyata Traveloka punya produk baru yang bernama “Aktivitas dan Rekreasi”. Problemnya adalah iklan dengan durasi kurang dari satu menit ini, kurang menjelaskan secara detail tentang fitur terbaru dari Traveloka ini, terutama tentang keunggulan dari fitur ini.
     Ketidaktahuan memaksa saya untuk mencari informasi lebih. Saya memilih searching di internet dan bertanya pada Google yang notabennya punya segudang informasi yang saya butuhkan. Alhasil, saya jadi tahu kalau fitur terbaru dari Traveloka ini adalah fitur yang menawarkan pelayanan pemesanan tiket masuk ke berbagai tempat wisata atau rekreasi di dalam maupun luar negeri. Wow! Saya cukup speechless dengan fitur ini. Ternyata, tiket ke taman hiburan bisa di pesan secara online seperti ini. Cukup hanya dengan 1 aplikasi saja dan semua rebes dalam hitungan menit. Bayangkan, bagaimana Traveloka memberi pelayanan yang maksimal kepada para customernya, khususnya pada para traveler yang suka melakukan traveling ke berbagai tempat. Segala kemudahan bisa kamu dapatkan di Traveloka. Antrian lebih cepat dan pilihan aktivitas dan atraksi liburan yang lengkap. Rasanya, seperti punya personal agent pribadi. Gimana, pengen liburan bareng keluarga bukan???
     Bdw, fitur terbaru dari Traveloka ini punya banyak keunggulan yang pasti kamu bakal puas karena sudah memilih Traveloka sebagai partner traveling kamu. Kamu nggak perlu antri beli tiket, nggak perlu cetak E-voucher juga, dan kamu bisa menghemat waktu kamu untuk hal lain. Tahu kenapa? Karena semua bisa di akses hanya dari satu aplikasi aja. Yah! Hanya dengan aplikasi Traveloka. Cukup tunjukkin E-voucher instan yang ada di aplikasi kamu dan semua beres. Untuk harga, don’t worry, karena di Traveloka harga terbaik bisa kamu dapatkan. Yang pasti, harganya kompetitif dan juga terjangkau. So, langsung cek aja, buka fitur Aktivitas dan Rekreasi di aplikasi kamu. Ketik nama destinasi atau aktivitas hiburan pilihanmu. Misalnya, kamu mau ke Trans Studio Bandung atau Disneylandnya Singapura? Bisa banget. Cari dan pesan aktivitas seru dengan cepat dan mudah di Traveloka. Karena kamu bakal #JadiBisa dengan Traveloka. Jadikan Traveloka sebagai partner perjalananmu, karena hanya Traveloka yang cocok untuk segala mobilitasmu. Ingat! Traveloka dulu, keliling dunia kemudian. Happy traveling!!!

Sabtu, 20 Mei 2017

Narasi Biodata Penulis

Ada yang tahu, apa itu narasi?
Mendengar kata narasi, pikiran kalian pasti tertuju pada karangan. Ya, karangan dalam bentuk paragraf narasi. Jenisnya macam-macam, tergantung kebutuhan penulis. Tujuan dari karangan narasi adalah membuat orang yang membaca seolah ikut dan merasakan kejadian yang terjadi.
Narasi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam penulisan, yang rangkaian peristiwanya berdasarkan urutan waktu, dan dijabarkan dari awal, tengah dan akhir.
Membuat karangan berbentuk narasi tidaklah sulit. Karena kita hanya perlu menjabarkan peristiwa yang terjadi sesuai aturan waktu yang sebenarnya.
Contohnya, saat kita ingin menjelaskan tentang sebuah pemandangan yang ada di depan kita. Kita tidak perlu bingung memikirkan apa yang harus kita tulis. Cukup tulis seperti apa yang kita lihat saat itu juga.
Simplenya seperti ini;
Siang ini, aku duduk di taman sendiri. Aku melihat ada banyak bunga di sini. Mawar,melati, lidah buaya, dan masih banyak lagi. Bunga mawar yang tengah mekar, menarik perhatianku. Cukup lama aku menikmati keindahannya, sampai aku lupa bahwa senja telah berlalu. Akhirnya, kuputuskan untuk memetik setangkai mawar merah dan membawanya pulang.
Tidak sulit bukan?
Lalu, bagaimana biodata penulis dalam bentuk narasi?
Mungkin, bagi sebagian orang hal ini masih sangat baru dan jarang terdengar. Tapi, bagi seorang penulis, ini sudah sering kali dijumpai.
Biodata pada umumnya berbentuk seperti ini:
Nama    : Ani
TTL        : Kendari, 20-9-1990
Alamat  : Jl. Melati No. 17
Hobi      : Menulis
Tapi, jika dalam bentuk narasi, maka bentuknya harus diubah dan dirangkai menjadi sebuah paragraf seperti ini:
Ani adalah seorang wanita kelahiran 25 tahun silam. Lahir di kota Kendari pada tanggal 20 September 1990. Ia tinggal bersama orang tuanya di sebuah kompleks perumahan yang beralamat di Jl. Melati No. 17. Tidak jauh dari rumahnya, ada sebuah taman baca yang berfungsi sebagai perpustakaan kecil. Ani suka menghabiskan waktu untuk membaca di sana. Selain membaca, dia juga punya hobi menulis. Dia sering mengikuti lomba-lomba dan tak jarang memenangkan kontes tersebut. Bagi Ani menulis adalah salah satu cara dia mengekspresikan dirinya dalam berkarya.
Mudah bukan?
Untuk gaya penulisan, kalian bisa menyesuaikan sesuai dengan gaya bahasa yang kalian kuasai atau kalian sukai.
Notes:
Biasanya, biodata penulis dalam bentuk narasi hanya berupa paragraf pendek dengan jumlah 100-200 kata saja. Dan di akhir tulisan biasa ditutup dengan:
Menerima kritik dan saran untuk peningkatan kualitas penulisan. Saran dan kritik bisa dikirim ke................. (tulis alamat surel yang dimiliki penulis; E-mail, facebook, twitter, blog, etc).
Untuk lebih jelasnya, kalian bisa searching di internet dan lihat contoh-contoh biodata penulis dalam bentuk narasi.
Semakin banyak referensi yang kamu baca, akan menambah pemahamanmu tentang bagaimana membuat biodata penulis dalam bentuk narasi yang lebih baik.

BOSAN

Apa itu bosan?

Orang bilang, bosan itu adalah rasa yang muncul saat kita tidak punya aktivitas apapun untuk dikerjakan. Ada juga yang bilang, bosan itu ketika kita sudah mulai lelah dengan situasi yang ada di sekitar kita.

Masing-masing orang punya pengertian tersendiri dalam memaknai bosan. Jadi, apa sebenarnya bosan itu?

Menurutku, bosan adalah situasi dimana kita sudah tidak bisa lagi berteman dengan keadaan yang ada. Entah itu melingkupi pekerjaan, aktivitas, makanan, minuman, fashion, gaya rambut, dan masih banyak lagi.

Coba pikir, berapa kali dalam setahun, kamu merubah dekorasi kamar atau ruang tamu? Atau mengganti warna dindingnya? Berapa kali dalam setahun kamu ganti style rambut? Kalian semua pasti punya jawabannya.

Kenapa orang-orang melakukan itu?

Jika kau bertanya, maka 90% orang akan menjawab, karena bosan. Mereka bosan dengan rambut panjang. Mereka bosan dengan warna putih. Mereka ingin suasana yang baru di rumah yang lama. Atau mungkin, mereka hanya ingin mencoba sesuatu yang baru, yang beda dari sebelumnya.

Sebenarnya, bosan itu adalah ketidakmampuan kita dalam memberi nilai lebih dalam memaknai hidup. Jika saja, kita bisa sedikit lebih kreatif dalam menyikapinya, maka kita bisa mengubah rasa bosan itu menjadi sebuah kesenangan.

Bagaimana caranya?

Itu susah-susah gampang. Tergantung bagaimana kamu bisa mensiasati dan mengakali rasa bosan itu.

Bingung?

Simplenya gini. Kalau kamu bosan dengan rambut panjang. Apakah kamu harus potong rambut? Sayang kan, rambut yang susah payah di rawat, harus di cut hanya karena bosan yang tiba-tiba muncul.

Sebenarnya, kamu punya alternatif lain selain memotongnya. Contohnya, kamu bisa mewarnainya dengan warna kesukaan kamu. Jadi, rambut kamu akan terlihat berbeda dari sebelumnya.

Atau,

kamu juga bisa menata rambut panjang kamu dengan tatanan yang berbeda dari sebelumnya. Tidak harus di urai atau di ikat seperti biasanya. Kamu bisa searching di internet dan nonton di youtube, gimana cara menata rambut panjang sesuai dengan tren masa kini.

So, jangan buru-buru mengubah sesuatu hanya karena bosan. Bosan itu, bisa datang kapan saja dan hilang begitu saja. Seperti hujan. Kadang-kadang turun saat cuaca panas dan mendung belum tentu pertanda hujan akan datang.

Berikan waktu pada otakmu untuk memikirkannya kembali. Apakah rasa bosan itu, hanya bisa hilang ketika kita mengubah sesuatu atau kita bisa memanipulasinya dengan sentuhan kreatifitas? Tanyakan pada dirimu, lalu ambil keputusan dengan bijak.

Minggu, 14 Mei 2017

Tentang Hujan

Hujan selalu menghadirkan suasana yang berbeda dari biasanya. Tetesan air yang jatuh ke tanah, seolah berdendang dengan nadanya sendiri. Udara dingin yang tercipta dengan kepekatan awan mendung yang ada di langit, seolah melukis pemandang yang berbeda dari lukisan langit lainnya. Terlebih saat bau tanah mulai tercium sengat di hidung.

Pelangi yang muncul dengan warna-warninya semakin menyempurnakan keindahan panorama alam. Hadiah dari musim hujan memang sangat berbeda. Inilah anugerah dari yang kuasa. Anugerah yang terkadang kita lupa mensyukurinya. Kita lupa, hujan juga membawa banyak manfaat bagi manusia, bukan hanya bencana yang selalu kita kutuk.

Hujan punya makna tersendiri bagi tiap orang, untuk di ceritakan, di kisahkan, di dongengkan atau hanya sekedar menjadi bagian dari kenangan yang tersimpan dalam memori. Saat langit menangis dan meneteskan air mata dan badan bumi basah menadahnya. Itu adalah bagian dari kenangan tentang hujan.

I AM JEALOUS

Hari ini, aku bangun pagi seperti biasa. Dan lagi, kamu mengirim link siaran YOME -mu. Kali ini bukan melalui  WhatsApp tapi Messenger . ...