Sabtu, 25 Agustus 2018

Pejuang Handmade Indonesia



Dirgahayu Republik Indonesia ke-73. Setiap tanggal 17 Agustus,  kita merayakan hari kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dengan ditandai adanya pembacaan teks proklamasi. Sebuah kutipan dalam teks tersebut, "Kami, bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia....". Yah, kemerdekaan Indonesia. Jika kita menilik sejarah di masa lalu, kita akan menemukan fakta bahwa kemerdekaan itu tidak diperoleh dengan begitu mudah. Namun, hal itu merupakan buah dari perjuangan para pahlawan yang rela berkorban untuk mengusir para penjajah dari ibu pertiwi.
Sejatinya negara kita telah memproklamasikan kemerdekaan Indonesia sejak 73 tahun silam. Namun, di era milineal sat ini, kemerdekaan memiliki arti yang berbeda bagi setiap orang, khususnya bagi para pengrajin lokal atau yang biasa kita sebut crafter. Bagi mereka, merdeka adalah bisa membuat produk lokal buatan asli Indonesia atau made ini Indonesia bisa laku di pasaran domestik maupun internasional. Meskipun fakta yang ada saat ini masih jauh dari apa yang diinginkan. Melihat statistik penjualan e-commerce secara online, tercatat bahwa jumlah penjualan terus mengalami peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun. Sayangnya, nilai penjualan produk lokal masih jauh di bawah penjualan produk-produk luar negeri atau barang-barang impor.
Produk handmade hasil buatan tangan asli dari para pengrajin Indonesia masih jauh tertinggal dari produk luar negeri atau impor. Padahal, jika ditinjau dari segi mutu dan kualitas, produk lokal juga tidak kalah dari produk luar negeri. Baik dari segi bahan maupun jenisnya, ada beraneka ragam produk yang bisa menjadi pilihan masyarakat. Namun, hal itu belum cukup mampu untuk menggaet target pasar Indonesia.
Sumber : Google
Berbagai usaha telah dilakukan oleh para pengrajin lokal ataupun crafter. Mereka berusaha untuk membuat produk mereka jauh lebih baik dan lebih bernilai. Di bidang pemasaranpun mereka telah mengupayakan segala macam usaha dalam memperkenalkan dan mendistribusikan produk mereka kepada masyarakat. Baik itu dengan mengadakan penjualan langsung di toko-toko yang khusus menjual produk mereka ataupun dengan mengadakan pameran secara bersama-sama. Mereka juga mulai memasarkan produk mereka secara online dengan membuka online shop. Dengan harapan, penjualan mereka akan meningkat. Hal ini tentu saja berdampak pada peningkatan penjualan. Namun, jika membandingkan dengan produk luar negeri ataupun barang-barang impor, maka hasil itu masih di bawah rata-rata statistik penjualan produk luar negeri. Jadi, bisa dikatakan bahwa produk lokal masih kalah dari produk luar negeri.
Lalu, dimana letak masalahnya? Apa yang membuat produk buatan Indonesia masih kalah jauh dari produk buatan luar negeri dengan tulisan made in .................? Berbagai usaha telah dilakukan mulai dari peningkatan mutu dan kualitas produk, pengembangan produk dengan berbagai jenis dan keanekaragaman, sampai pada penciptaan produk baru yang inovatif yang belum ada sebelumnya. Tapi, hasil yang didapatkan belum maksimal, seperti apa yang diharapkan. Produk luar negeri masih mendominasi penjualan di pasar domestik khususnya penjualan secara online. Jadi, tidak salah jika kita mengatakan bahwa sejatinya di era milineal ini, kita belum merdeka sepenuhnya. Penjajahan itu masih ada. Kita di jajah dengan produk-produk luar negeri. Suatu bentuk penjajahan yang terjadi tanpa kita sadari. Parahnya, kita ikut andil di dalamnya. Kenapa? Karena kitalah target mereka.
Kita mungkin saja tidak tahu dan tidak mau tahu. Ataupun menutup mata dan telinga kita dari hal ini. Tapi, mereka yang berprofesi sebagai pengrajin lokal tidak akan tinggal diam dalam hal ini. Karena mereka akan terus berjuang dalam mempertahankan budaya dan tradisi lokal yang ada, dan tetap mereka lestarikan dan mereka sebarkan ke seluruh penjuru tanah air, bahkan ke penjuru dunia. Dengan tagline yang selalu mereka junjung, yakni “Cintai Produk-Produk Indonesia”, mereka akan terus berjuang untuk meraih kemerdekaan dalam memajukan bangsa dalam bentuk melestarikan budaya dan tradisi lokal lewat produk-produk yang mereka ciptakan. Karena mereka yakin, dengan inovasi dan kreatifitas yang mereka miliki, mereka mampu bersaing dengan produk-produk luar negeri.
 
Melihat perjuang para pengarajin lokal di daerah dengan segala kreatifitas yang ada, Qlapa.com hadir dan menjadi solusi bagi para pengrajin lokal. Qlapa adalah situs marketplace online khusus untuk produk handmade buatan pengrajin lokal asal Indonesia. Qlapa.com adalah sebuah website jual beli online yang cukup unik dan berbeda dengan website lainnya. Apa bedanya? Di Qlapa kamu hanya akan menemukan produk-produk handmade buatan pengrajin asal Indonesia. Karena Qlapa hanya menjual barang-barang atau produk handmade buatan pengrajin Indonesia. Di Qlapa, anda akan menemukan ribuan produk unik kreasi anak bangsa, dari Sabang sampai Merauke. Di sini, tempat menemukan prdouk bernilai untuk berbagai hal: hadiah, koleksi, dan lifestyle. Bukan hanya hal itu, yang diperbolehkan berjualan di Qlapa hanyalah para kreator langsung, bukan resseler atau distributor. Sehingga, produk-produk yang ada di Qlapa terjamin kualitas dan keasliannya.
 
Melihat animo masyarakat Indonesia terhadap barang kerajinan lokal bisa dibilang cukup tinggi, khususnya untuk produk kerajinan tangan buatan lokal atau handmade Indonesia. Inilah yang menjadi alasan hadirnya Qlapa, situs marketplace khusus untuk produk kerajian tangan buatan lokal atau handmade Indonesia. Melalui situs ini, pembeli dapat membeli produk-produk kerajianan langung dari pembuatnya, yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Sedangkan pengrajin, bisa menjual produk mereka yang sudah jadi. Selain itu, mereka dapat menerima pesanan custom dari pembeli. Sehingga, penjual memiliki varian produk yang tidak terbatas, dan para pembeli bisa memesan produk-produk yang lebih unik dan sesuai dengan keinginan mereka.
Indonesia berkembang dengan sangat pesat. Ada banyak masalah yang dapat diselesaikan dan ada banyak peluang yang dapat dikembangakan dengan teknologi. Qlapa hadir sebagai wadah ataupun sarana yang dapat dituju oleh para pengrajin lokal di selauruh Indonesia. Harapannya, para pengrajin bisa berjualan bersama di satu tempat yang sesuai dengan sistem mereka. Sementra itu, pembeli bisa mencari produk yang mereka butuhkan dengan nyaman dan mudah dari satu tempat. Karena itu, Qlapa hadir guna membantu pengrajin lokal di Indonesia dan juga konsumen handmade untuk bisa berada di satu tempat yang sama.
 
Qlapa hadir untuk memperkenalkan kreatifitas lokal melalui teknologi, yakni internet. Dengan situs ini, diharapkan kerajinan lokal Indonesia dapat menjangkau pasar yang lebih luas, baik skala nasional maupun internasional. Karena Qlapa ingin ikut berkontribusi dalam membangun bangsa, dengan memberdayakan kreatifitas lokal dengan teknlogi. Oleh karena itu, kita harus ikut mendukung usaha para pengrajin lokal ini dalam mempertahankan dan melestarikan budaya lokal, dengan membeli produk-produk buatan pengrajin Indonesia. Cintai produk Indonesia, karena itu adalah salah satu cara kita mencintai bangsa ini.  Mari lestarikan budaya dan tradisi lokal Indonesia. Dukung produk Indonesia, gunakan produk Indonesia, dan lestarikan budaya kita dengan produk made in Indonesia, dan katakan: “Aku Cinta Produk Indonesia”, dan #MerdekaProdukIndonesia.

Selasa, 14 Agustus 2018

GELORA ASIAN GAMES 2018


Garuda di dadaku
Garuda kebanggaanku
Kuyakin, hari ini pasti menang...........

Seperti lirik lagu ini, semangat persatuan mulai bergema kembali di seluruh penjuru tanah air. Tahun ini, rakyat Indonesia tidak hanya merayakan HUT RI ke-73, tapi juga menyambut pesta olahraga terbesar setelah Olimpiade. Pembukaan Asian Games 2018 akan dilaksanakan pada tanggal 18 Agustus sampai dengan 2 September 2018. Semarak Asian Games mulai terasa sejak awal tahun ini. Terlebih, saat masyarakat mulai melakukan persiapan dalam rangka menyambut HUT RI ke-73, yang setiap tahunnya kemeriahan akan terlihat dimana-mana.
Sejak diumumkan pada Asian Games XVII di Seoul, Korea Selatan pada tahun 2014 yang lalu, pemerintah Indonesia mulai berbenah diri untuk menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Ini merupakan kali kedua Indonesia menjadi tuan rumah perhelatan Asian Games 2018, setelah Asian Games VI yang diadakan di Jakarta pada tahun 1962. Ada yang berbeda dengan Asian Games 2018, karena untuk pertama kalinya dalam sejarah Asian Games, Asian Games 2018 akan diadakan di dua kota sekaligus, yakni Jakarta-Palembang.
Dalam pagelaran ini, akan ada 40 cabang olahraga yang akan dipertandingkan. Dimana, ada 45 negara yang akan berpartisipasi dalam kompetisi ini, dengan jumlah atlit yang diperkirakan berkisar kurang lebih 15.000 atlik. Indonesia sendiri menurunkan setidaknya 938 atlik untuk ikut serta dalam berbagai ajang kompetisi di Asian Games 2018. Para atlit ini, telah melakukan berbagai persiapan dalam mengikuti ajang kompetisi ini. Para atlik telah berlatih keras dan berusaha untuk meningkatkan perfoma mereka untuk memenangkan berbagai kompetisi yang akan mereka ikuti. Para atlit yakin, mereka mampu bersaing dan meraih kemenangan. Mereka akan berusaha untuk dapat menyumbangkan medali emas bagi Indonesia, sebagai hadiah di HUT RI ke-73.
Selain itu, berbagai pesiapan mulai dilakukan oleh pemerintah dalam menyambut Asian Games 2018. Bukan hanya kesiapan para atlik, akan tetapi juga renovasi terhadap infrastruktur yang ada, sampai pada pembangunan venue baru yang akan digunakan pada pagelaran Asian Games 2018. Pemerintah mulai mengejar semua pembangunan infrastruktur dan venue yang akan digunakan. Bahkan pada bulan Mei yang lalu, pemerintah telah menyatakan bahwa persiapan Asian Games 2018 telah mencapai 90%. Hal yang paling tampak dari renovasi besar-besaran yang dilakukan oleh pemerintah dapat kita lihat pada wajah baru Stadion Utama Gelora Bung Karno. Dengan biaya yang mencapai 738 miliar rupiah, stadion ini tampak keren dan memiliki fasilitas pendukung yang juga bertaraf internasional. Bahkan banyak yang menyamakan stadion ini dengan Allianz Arena, stadion milik klub elit Bayer Muenchen yang bermarkas di Bavaria, Jerman.
Tak kalah dengan persiapan pemerintah dan para atlit yang berlaga di ajang kompetisi Asian Games 2018, masyarakat Indonesia di seluruh penjuru tanah air pun tak mau ketinggalan untuk turut berpartisipasi dalam pagelaran pesta olahraga ini. Berbagai persiapan pun telah dilakukan oleh rakyat Indonesia dalam upaya mensukseskan Asian Games 2018. Seperti yang belum lama ini dilakukan oleh masyarakat Palembang dengan menggelar makan empek-empek gratis dengan jumlah yang fantastik, yakni mencapai 18.818 empek-empek. Jumlah ini disesuaikan dengan tanggal pelaksanaan pembukaan Asian Games 2018 yang jatuh pada tanggal 18 Agustus 2018.
Semangat Asian Games 2018 mulai berkobar sejak diadakannya acara simultan di Monumen Nasional Jakarta dan Benteng Kuto Besak, Palembang. Perayaan ini menandai satu tahun sebelum dimulainya Asian Games XVIII. Countdown Asian Games ini diresmikan langsung oleh Presiden RI, yakni Bapak Jokowi. Selain itu, beberapa artis Indonesia turut meramaikan acara ini seperti Raisa, Tulus dan Ike Nurjana. Turut serta beberapa artis luar negeri seperti Far East Movement, dan juga artis Korea Selatan, Taeyeon dan Hyoyeon SNSD.
Asian Games 2018 telah menjadi ajang yang dinanti-nantikan oleh seluruh rakyat Indonesia. Terlebih, acara ini akan di buka tepat sehari setelah HUT RI ke-73 tahun. Aura pesta mulai terasa ketika semua tempat mulai di hias, dalam rangka menyabut HUT RI ke-73 tahun, serta pembukaan perhelatan Pesta Olahraga Asia ke-18 yang akan diselenggarakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Kemeriahan mulai dirasakan oleh masyarakat Indonesia, bahkan jauh hari sebelum pesta pembukaan berlangsung.
Dukungan dan support dari seluruh masyarakat Indonesia menjadi semangat dan motivasi tersendiri bagi para atlit yang akan berlaga di ajang kompetisi Asian Games 2018 ini. Bukti kongkrit yang bisa kita lihat dari semangat persatuan itu, dapat kita saksikan pada pertandingan perdana petandingan sepak bola Asian Games 2018 antara Indonesia melawan China Taipei. Gemuruh suara dukungan kepada para atlik bergema selama pertandingan berlangsung. Tak henti-hentinya, dukungan terus diberikan oleh masyarakat yang menyaksikan acara tersebut secara langsung di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi. Dengan skor 4-0, dimana Indonesia unggul atas China Taipei. Kemenangan ini bukan hanya dirasakan oleh para atlik, tapi euporianya juga dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia, baik yang menonton secara langsung, ataupun yang menonton dari layar TV. Karena kemenangan ini merupakan kemenangan bangsa Indonesia.
Karena itu, sebagai bagian dari bangsa ini, kita juga harus ikut meramaikan dan mensukseskan Asian Games 2018. Kita harus terus support dan berdoa untuk kemenangan para atlit yang tengah berjuang. Karena dukungan dan doa dari kita adalah motivasi dan energi untuk mereka. Indonesia bukan Kamu, Aku ataupun Mereka, tapi kita semua adalah Indonesia. Satukan suara, satukan dukungan, dan satukan doa untuk semangat persatuan. Indonesia Bisa, Indonesia Jaya, Indonesia pasti menang. Garuda di dadaku, garuda kebanggaanku. Kuyakin, hari ini pasti menang. Siapa kita? Indonesia. Siapa kita? Indonesia. Siapa kita? Indonesia. Energy of Asia.

Senin, 04 Juni 2018

Healthy Hair, Percayakan pada Emeron Complete Hair Care



Ada istilah populer yang beredar di masyarakat, bahwa rambut adalah mahkota para wanita. That’s right! Bagi seorang wanita, rambut itu ibarat mahkota yang memiliki arti tersendiri. Terlebih, bagi wanita yang hidup di era millenial. Karena wanita yang hidup di zaman millenial, butuh media sosial sebagai media aktualisasi diri mereka. Karena itu, tidak salah jika muncul istilah “Your hair, is 90% of your selfie”.  Untuk itu, penampilan adalah hal yang sangat krusial bagi seorang wanita. Kenapa? Karena, wanita ingin selalu terlihat cantik, dan rambut adalah salah satu penunjangnya.
Generasi millineal sangat peduli pada penampilan mereka, dan rambut adalah salah satu hal yang menunjang penampilan wanita. Generasi zaman now ingin selalu tampil sempurna sebisa yang mereka upayakan. “I’m want to be perfect”. Mulai dari style rambut, potongan rambut, sampai warna rambutpun disesuaikan dengan tren mode yang ada saat ini. Intinya, mereka ingin tampil perfect dalam segala aktivitas dan mobilitas mereka.
Tapi tahukah kamu, bahwa berbagai aktivitas yang kamu lakukan dapat berakibat buruk bagi kesehatan rambutmu? I know, you know. Tapi, tidak semua orang memahami hal itu dengan lebih baik lagi. Alhasil, rambut menjadi rusak dan susah diatur. Kamu perlu memperhatikan kesehatan rambutmu. Mulailah untuk mendengar keluhan rambutmu yang mulai terlihat kering, berminyak, kusam, berketombe, bercabang ataupun rontok. Kamu pasti tidak ingin jika penampilanmu yang harusnya perfect menjadi berkurang, hanya karena rambut kamu yang lepek dan tidak sehat. Jangan sampai itu terjadi pada kamu guys.
Merawat rambut itu, meskipun terlihat sederhana dan simpel, tapi kenyataannya susah-susah gampang. Indikator yang paling mudah bagi kamu untuk bisa memahami rambut kamu adalah bertanya pada diri kamu sendiri tentang seberapa rajin kamu merawat rambut kamu? Apakah dua atau tiga kali dalam seminggu kamu karemas atau mungkin seminggu sekali? Apakah hanya sebatas keramas biasa, atau ada perawatan tambahan lain seperti pemakaian kondisioner, vitamin rambut, atau masker rambut? Kamu harus mulai menjawab pertanyaan itu sendiri, dan mulailah dari sekarang.

Kamu Harus Tahu
Seperti halnya manusia, rambut juga bisa stres. Penyebabnya bisa dari lingkungan (sinar matahari, iklim, polusi udara) atau kebiasaan yang merusak yang dilakukan oleh wanita itu sendiri tanpa dia sadari, seperti penggunaan alat styling rambut yang panas (hairdryer, blowdry, pelurus rambut, catokan/ flat iron, curling iron), dan regime perawatan rambut yang kurang tepat.
Seperti halnya kulit, rambut juga memerlukan perawatan yang intens untuk menjaga agar rambut tetap sehat. Kamu harus lebih perhatian lagi dengan kesehatan rambutmu. Jika tidak, maka rambut bisa rusak. Akan timbul masalah-masalah rambut yang tidak kamu inginkan seperti ketombe, rambut bercabang, mudah patah, rontok, dan berminyak. Rambut yang kering, kusam dan lepek adalah indikator dari masalah kerusakan rambut. Jika sudah melihat tanda-tanda ini, artinya rambut kamu mulai rusak. Kamu harus mulai merawatnya.

Kenali Jenis Rambut Kamu
Kebanyakkan orang sering memandang hal ini sebagai hal yang sepeleh. Padahal, inilah hal yang paling mendasar yang harus kamu ketahui untuk memulai perawatan rambut yang tepat untuk rambut kamu. Jika salah dalam menentukan produk yang sesuai dengan jenis rambut kamu, bisa dipastikan masalah rambut kamu bukannya berkurang, malah akan bertambah, dan bisa membuat rambut kamu semakin rusak. Jadi, yang harus kamu lakukan adalah mengetahui jenis rambut kamu sebelum memutuskan perawatan rambut yang akan kamu lakukan. Apakah rambut kamu termasuk jenis rambut yang kering, berminyak, atau rusak.

Tips, Cara Merawat Rambut
Perawatan rambut dimulai dari kulit kepala. Menurut ahli perawatan rambut dan kulit kepala, folikel rambut dipengaruhi oleh kesehatan dan pasokan darah dari jaringan kulit di sekitarnya. Jadi, bisa dikatakan, jika kulit kepala adalah kunci rambut yang sehat. Disarankan untuk keramas dua atau tiga kali seminggu, dan memijat kepala selama 30 detik. Kamu juga harus memilih shampoo yang sesuai jenis rambut kamu (normal, kering, rusak), dan sesuai dengan masalah rambut yang kamu alami (ketombe, bercabang, rontok). Dianjurkan untuk menggunakan air dingin. Kenapa? Karena air yang panas dapat melenyapkan minyak alami dari rambut kamu.
Setelah memakai shampoo, gunakan kondisioner untuk menjaga rambut tetap lembut, berkilau, dan mudah ditata. Diamkan selama dua atau tiga menit sebelum dibilas, lalu bilas dengan air hingga bersih. Sesudah keramas, disarankan untuk tidak menyisir atau menggosok-gosok rambut yang masih basah dengan handuk. Karena rambut yang basah, tiga kali lebih rentan mengalami kerusakan. Setelah rambut kering 90%, sisir rambut dengan lembut. Pilihlah sisir yang berbahan plastik dan bergigi jarang, atau sisir garpu dengan bahan plastik dan bergigi lebar.
Minimalkan penggunaan aksesoris rambut. Jangan terlalu sering menguncir atau mengepang rambut, apalagi terlalu ketat. Jangan terlalu lama menyisir rambut dan trimming rambut secara berkala setiap 10-12 minggu, untuk mencegah rambut bercabang. Kurangi pemakaian produk rambut berbahan kimia dan pemakaian alat penata rambut yang menggunakan panas.
Makanan dan vitamin rambut juga harus kamu perhatikan untuk menunjang kesehatan rambut kamu. Apa yang kamu makan juga berpangaruh terhadap kesehatan dan keindahan rambut kamu loh. Jadi, dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang sarat protein (telur, susu, kacang, ikan, unggas, daging), zat besi (kacang-kacangan, kerang, tiram, biji labu, bayam), asam lemak Omega-3 (salmon, sarden, keju, yoghurt). Atau bisa juga dengan mengkonsumsi suplemen biotin untuk membantu mengurangi atau mencegah kerontokkan rambut.
Itulah tips untuk menjaga agar rambut tetap sehat. Permasalahannya adalah generasi millenial saat ini menggunakan alat styling sebagai fashion item yang wajib dimiliki oleh setiap perempuan untuk menunjang penampilannya. Jadi, bagaimana menjaga rambut agar tetap sehat, namun tetap bisa menggunakan berbagai alat styling rambut yang ada.

Don’t Worry, Karena Emeron Punya Solusi untuk Kamu
Dengan Emeron Complete Hair Care, kamu bisa bebas dari masalah rambut, dan bisa tetap menjaga kesehatan rambut kamu di rumah. Emeron hadir dengan formula baru yang sudah disempurnakan oleh teknologi Jepang, Active Provit Amino. Formula ini mampu secara aktif menguatkan dan menutrisi setiap helai rambut, mencegah kerusakan, dan melindungi dari sinar matahari. Emeron juga diperkaya oleh Natural Ingredients. Dengan menggunakan rangkiaan produk dari Emeron, kamu bisa merawat rambut dengan maksimal dan bebas dari masalah rambut.
Emeron punya 3 varian yang bisa kamu pilih sesuai dengan kebutuhan perawatan rambut kamu, yaitu Black & Shine untuk rambut lebih hitam dan berkilau, Soft & Smooth untuk rambut halus dan mudah diatur, dan Damage Care untuk merawat rambut yang rusak. So, kamu tinggal pilih sesuai dengan kebutuhan rambut kamu. Kamu bisa mencoba memakai perawatan rambut alami dari Emeron mulai dari sekarang, dan rasakan manfaatnya setelah memakainya. Masalah rambut kamu akan teratasi, dan kamu tetap bisa tetap tampil cantik dan memukau dengan memakai alat styling yang kamu punya.
Ingin punya rambut cantik dan sehat berkilau? Coba Emeron. Karena punya rambut sehat dan berkilau itu, nggak harus mahal. Emeron Complete Hair Care, perawatan rambut sehat pilihanku. Karena rambut sehat itu, pilihan.
#DengarkanRambutmu
#CobaEmeron

Selasa, 15 Mei 2018

Revolusi Pendidikan di Era Globalisasi

Sumber : Google

Pendidikan adalah hak mutlak yang harus dimiliki oleh setiap individu. Karena pada dasarnya, pendidikan itu berguna bagi kehidupan setiap insan manusia. Selama ada kehidupan, selama itu pula pendidikan ada dan diperlukan. Sejalan dengan itu, pendidikan terus mengalami perubahan dari masa ke masa, termasuk di Indonesia. Kondisi pendidikan di Indonesia terus berkembang dari waktu ke waktu. Hal ini tentu saja juga berdampak pada munculnya berbagai masalah di dalam dunia pendidikan itu sendiri.
Salah satu masalah dalam dunia pendidikan saat ini adalah rendahnya mutu pendidikan di berbagai jenjang pendidikan, baik itu pendidikan formal maupun informal. Sebagian orang berasumsi, bahwa hal ini dilatarbelakangi oleh arah pendidikan yang kurang jelas, kualitas dan kuantitas guru yang tidak memadai, pendidikan yang tidak merata, atau juga karena pendidikan dianggap sebagai barang mahal saat ini. Apapun alasannya, yang terpenting adalah bagaimana kita mencari solusi dari permasalahan tersebut, dan berusaha untuk meningkatkan mutu pendidikan ke arah yang lebih baik lagi.
Sumber : Google
Pendidikan masa kini atau yang disebut juga pendidikan era global, banyak dipengaruhi oleh perkembangan IPTEK. Perkembangan teknologi memang sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak. Adanya kecenderungan anak memanfaatkan dan menggunakan teknologi seperti smartphone ataupun internet, menjadi hal yang lumrah saat ini. Bahkan dari data yang ada, kita bisa melihat jumlah pengguna  internet di kalangan pelajar semakin meningkat setiap tahunnya. Hal ini tentu saja menjadi tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan. Karena pada kenyataannya, perkembangan teknologi tidak selalu sejalan dengan perkembangan mutu pendidikan, khususnya pendidikan terhadap anak.

Berbagai tantangan pendidikan anak di era globalisasi ini perlu disikapi bersama. Sebagaimana proses pendidikan yang sebenarnya melibatkan peranan keluarga, lingkungan masyarakat dan sekolah. Sehingga jika salah satunya tidak berjalan dengan baik, maka akan mempengaruhi keberlangsungan pendidikan itu sendiri. Keluarga sebagai unit terkecil di dalam masyarakat mempunyai peran sentral dalam pendidikan. Karena keluarga sebagai pendidik pertama dan utama memegang peranan yang cukup besar terkait dengan semua aspek perkembangan dan pendidikan anak itu sendiri. 
Sumber : Google
Keluarga adalah pusat pendidikan bagi anak. Tapi, sebagian orang tua mulai lupa akan hal itu, dan sebagian lagi tidak mengetahui bahwa mereka adalah bagian dari kader pendidikan yang kadang dijadikan acuan dan panutan bagi anak-anak mereka. Pada era masa kini, orang tua lebih mengedepankan pendidikan anak mereka di sekolah. Karena banyak orang tua yang beranggapan bahwa pendidikan itu akan lebih baik jika di dapat di lingkungan sekolah, dan dari mereka yang kompeten di bidang pendidikan atau yang lebih kita kenal dengan sebutan guru. Dengan demikian, para orang tua bisa lebih fokus pada tugas dan  pekerjaannya sendiri, serta bisa lebih leluasa untuk mengerjakan aktivitas lainnya.
Keluarga, dalam hal ini orang tua tidak menyadari perannya yang sangat erat kaitannya dengan tumbuh kembang anak mereka sendiri. Kesibukkan mereka membuat waktu untuk anak menjadi berkurang. Hal ini sering kali menjadi alasan banyak anak merasa tidak atau kurang diperhatikan oleh orang tua mereka. Sehingga pada akhirnya, anak mulai mencari kesibukkan sendiri dan mengerjakan hal-hal yang terkadang berada di luar pengawasan orang tua dan guru.
Dengan adanya kemajuan di bidang teknologi saat ini, memberikan peluang yang lebih besar bagi anak untuk mendapatkan informasi dengan lebih mudah dan lebih leluasa. Terlebih jika itu tidak mendapat pengawasan, baik dari orang tua mereka, guru ataupun masyarakat yang ada di lingkungan sekitar. Hal ini dapat berdampak positif ataupun juga negatif. Tergantung, sejauh mana anak memanfaatkan teknologi itu untuk kepentingan mereka.
Di era globalisasi ini, peran orang tua sangat diperlukan dalam pendidikan anak. Pengaruh yang kuat dari adanya teknologi harus mendapat perhatian lebih dari orang tua, khususnya dalam hal pendampingan terhadap anak. Orang tua harus lebih teliti dan memantau secara langsung segala aktivitas dan kegiatan anak, baik di dalam maupun di luar rumah. Dengan demikian, orang tua bisa meminimalisir dampak buruk yang mungkin saja terjadi pada anak-anak mereka, diakibat oleh pengaruh lingkungan yang kurang baik atau juga akibat dari penggunaan teknologi secara berlebihan. Karena hal tersebut bisa berdampak pada tumbuh kembang anak, seperti kecanduan game, bullying, motivasi belajar yang menurun, dan masih banyak lagi.

Sumber : Google
Masalah yang kerap kali dikeluhkan oleh orang tua saat ini adalah tentang anak-anak mereka yang mulai kecanduan internet. Sehingga, banyak anak yang mulai tidak memperhatikan waktu belajar mereka. Hal ini mengakibatkan banyak anak yang mengalami penurunan prestasi di sekolah. Salah satu penyebabnya adalah karena banyak pelajar saat ini yang lebih fokus pada gadget atau smartphone mereka, dibanding pelajaran yang ada. Mereka menghabiskan waktu lebih banyak untuk hal itu daripada waktu belajar. Bahkan, hal itu membuat banyak anak mulai malas untuk bermain di luar rumah bersama teman-temannya.
Di era masa kini, pelajar memang lebih identik dengan handphone atau smartphone mereka. Jika beberapa tahun silam, handphone masih menjadi barang yang mahal bagi pelajar, maka saat ini handphone menjadi barang yang mutlak, wajib dimiliki oleh seorang pelajar. Sehingga, tidak salah jika ada yang mengatakan bahwa pelajar zaman now adalah bagian dari generasi millennial. Anak generasi millenniel, memang sangat identik dengan perkembangan teknologi. Tentu saja, hal ini menjadi masalah tersendiri bagi orang tua, dan juga dunia pendidikan.
Kemajuan teknologi bukan hanya memberikan kemudahan bagi mobilitas manusia, tetapi juga memberikan tantangan bagi dunia pendidikan, khususnya orang tua. Kita harus sadar, di era masa kini pendidikan bukanlah sekedar mengajarkan pengetahuan terhadap anak. Orang tua boleh saja mendelegasikan pengajaran anak kepada mereka yang ahli di bidangnya, akan tetapi pendidikan anak tetaplah menjadi tanggung jawab orang tua. Hal ini juga diperkuat oleh Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 30 Tahun 2017 tentang Pelibatan Keluarga pada Penyelenggaraan Pendidikan. Bahkan, secara khusus terdapat laman sahabat keluarga yakni sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id.
Keluarga memegang peranan sentral dalam dunia pendidikan saat ini. Karena itu, revolusi pendidikan pada era globalisasi sangat menekankan pada peran orang tua dalam pembentukkan karakter anak. Hal ini sesuai dengan apa yang di ajarkan oleh Ki Hajar Dewantara, sebagai bapak Pendidikan Indonesia, yang banyak menekankan konsep pendidikan berbasis keluarga. Ayah sebagai hardware yang mengasah motorik anak, dan ibu sebagai software yang memotivasi anak dengan membentuk ahlak, kasih sayang serta rasa empati anak. Orang tua harus bisa membangun karakter anak mereka, sebelum nantinya anak itu masuk ke lingkungan sekolah dan juga lingkungan masyarakat.

Sunber : Google
Bicara tentang pendidikan anak, tentu saja tidak hanya tentang mengajari anak untuk bisa melakukan sesuatu atau memikirkan sesuatu. Tetapi, pendidikan itu termasuk juga bagaimana membuat anak menjadi individu yang lebih dewasa dan mandiri. Hal ini tidak hanya berlangsung ketika anak berada di usia sekolah saja, tapi juga untuk selanjutnya. Sehingga, anak bisa menjadi pribadi yang lebih mandiri dan berwawasan luas. Karena itu, Kementerian  Pendidikan dan Kebudayaan RI saat ini mendorong agar orang tua lebih terlibat dalam pendidikan anak. Hal itu terus digencarkan guna menciptakan pendidikan yang aman, nyaman dan menyenangkan bagi tumbuh kembang anak.
#sahabatkeluarga




I AM JEALOUS

Hari ini, aku bangun pagi seperti biasa. Dan lagi, kamu mengirim link siaran YOME -mu. Kali ini bukan melalui  WhatsApp tapi Messenger . ...